
Jakarta - Mensos Salim Segaf Aljufri mengaku prihatin ada warga Cengkareng yang siap menjual ginjal untuk menebus ijazah anaknya. Apa solusinya Pak Menteri?
"Ini cukup memprihantikan yah sampai jual ginjal. Terus belum tentu dia bisa hidup, itu juga nggak sehat. Kita harus menyelamatkan lah saudara kita yang seperti itu," kata Mensos Salim kepada wartawan di Kantor Kemensos, Jl Salemba Raya, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2013).
"Ini perlu kita cari solusi, kalau ada yang mendengar yah harus kita tolong, belum tentu anaknya sekolah tapi bapaknya udah meninggal duluan," tuturnya.
Lalu apa solusinya dari Kemensos? "Kita nggak ada kaitan dengan pendidikan tapi kaitan dengan orang terlantar, orang kecil, cacat, pokoknya yang susah dengan kita," ujarnya.
Sebelumnya, Sugiyanto, seorang penjahit, bersedia menjual ginjal demi menebus ijazah anaknya di sebuah pesantren di Bogor. Nilai ijazah SMP dan SMA anaknya yakni Rp 17 juta.
Sugiyanto menawarkan itu di Bundaran HI pada Rabu (26/6/2013). Berikut isi tawaran dalam sebuah kertas besar: 'Kepada Saudara yang butuh ginjal kami siap jual. Tubuh Kami siap dibelah demi untuk menebus ijazah anak'.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar